Login Form



YM Status

Voucher Telkomvision

logo-kecil-telkomvision

Melayani Penjualan Decoder dan Voucher Pra Bayar Telkomvision ke Seluruh Indonesia.

Harga
Voucher TELKOMVision :
  • Pelangi Rp. 65.000,-
  • Film Laris Rp. 65.000,-
  • Olah Raga Rp. 90.000,-
  • Metropolitan Rp. 50.000,-
  • Pendidikan Rp. 50.000,-
  • Dunia Anak Rp. 50.000,-
  • Berita Rp. 30.000,-
  • Paket Laga Rp. 50.000,-
  • Paket Popular Rp. 50.000,-
  • Special Riang Rp. 99.000,-
  • Special Seru Rp. 120.000,-
  • Special Hiburan Rp. 99.000,-
  • Keluarga Sportif Rp. 170.000,-
  • Keluarga Harmonis Rp. 150.000,-
  • Combo Rp. 300.000

Harga sewaktu-waktu berubah

LUTVIN Antena
+62-21-6811-2999
+62-22-7000-0907

Paket TelkomVision

Firefox 3

Download Day

LUTVIN Antena

TelkomVisionIndovisionAstro Nusantara

Dealer Resmi TelkomVision, Indovision dan Astro Nusantara
Telp 021-6811-2999 - 022-7000-0907
Berlangganan
Gratis Biaya Pasang
021-6811-2999 - 022-7000-0907
DIZIPIA DS-3300IR
dizipia-mini
Decoder Dizipia TELKOMVision + Paket Family Rp. 950.000,-
Belum termasuk Ongkos Kirim
DIZIPIA GI 770 HS
dizipia-mini
Decoder Dizipia TELKOMVision + Paket Family Rp. 1.300.000,-
Dizipia menggunakan software Golden Interstar GI S770 CRX HS
mempunyai kemampuan Home Sharing 4 Client
Belum termasuk Ongkos Kirim



Jual Voucher TelkomVision 45 Ch
hanya Rp. 200.000/bln atau Rp. 2.000.000,-/Thn.
Tidak perlu migrasi

Telkomvision Satu, Telkomvision Dua, Star World, Star Movies, National Geographic, ESPN, Star Sports, Discovery Channel, Animal Planet, Disc Travel & Living, Disc Turbo, CNN Intl, Cartoon Network, NHK, AXN, Animax, Disney, MTV Asia, Celestial Movies, Ten Sports, Asian Food Channel, Nickelodeon, BBC World, CNBC Asia, Fashion TV, E! entertainment, Hallmark, HBO, HBO Signature, Cinemax, RCTI, Trans 7, SCTV, Spacetoon, Metro TV, Indosiar, AN TV, TPI, Trans TV, TV One, Formosa TV, Australian Network, Hyundai Home Shopping Channel, SCTV Entertainment, SCTV Music

Nikmati liburan bersama keluarga di rumah anda !!!

TelkomVision
Aktifkan 3 paket voucher TelkomVision yang sama, dapatkan bonus 1 bulan
atau
Aktifkan 6 paket voucher
TelkomVision yang sama, dapatkan bonus 2 bulan

Custom Search
Kiat Usaha Memasang Antena Parabola Portabel
Written by Administrator   
Thursday, 07 February 2008 14:07

Arman Yusuf, YBØKLI

Hobi Amatir Radio sangat luas. Salah satunya adalah berkomunikasi dua arah dengan bantuan satelit. Hanya saja, untuk bisa melakukannya butuh biaya yang besar serta pengetahuan teknik pengarahan antena parabola serta operating procedure dengan baik.

Daripada kita belajar semua menjadi satu, marilah kita coba belajar teknik pengarahan antena parabola untuk menerima siaran televisi digital dari satelit. Setelah Anda menguasainya, komunikasi dua arah dengan bantuan satelit sangat mudah Anda kuasai. Budi Rianto Halim, YBØHD menawarkan saya piringan antena parabola portabel miliknya yang tidak terpakai. Terpikir bisa dimanfaatkan untuk bekerja dengan satelit Low Earth Orbit (LEO) AO-40 tetapi karena saya tidak memiliki transceiver yang bisa bekerja dengan satelit serta perangkat tambahan lainnya, saya terpikir untuk memanfaatkannya sebagai stasiun TVRO (Television Receive Only) terlebih dahulu. Untuk menambah wacana, saya ngobrol-ngobrol ringan dengan Andreas Lukito, YBØIF.

Berikut adalah material yang saya siapkan sebelum kegiatan ini dimulai (catatan harga hanya sebagai referensi yang saya temui baik di Internet mau pun di Glodok ketika dokumen ini dibuat):

1. Satu set piringan parabola, prime focus, Ø 115 cm. Di titik tengah parabola, kedalamannya adalah 18 cm. Di pasaran, harganya sekitar Rp. 350.000,- (saya amati yang banyak dijual adalah Ø 180 cm tentunya berharga lebih mahal);
2. C Band Low Noise Block Feedhorn (LNBF) yang fungsinya sebagai transverter dari input 3,4 ­ 4,2 GHz menjadi output 0,95 ­ 1,75 GHz dengan bantuan Local Oscillator (LO) 5,15 GHz. Banyak orang menyebutnya sebagai Feedhorn atau LNB saja. Saya menggunakan yang merk Hansen Communications, harganya sekitar Rp. 75.000,-;
3. Kabel koaksial khusus 75 Ω penghubung dari LNBF ke Set-Top Box (STB) lengkap dengan jacknya. Saya menggunakan merk Tanaka seharga Rp. 30.000,- per 25 meter;
4. Digital STB. Gunanya untuk menala sinyal keluaran LNBF, mendecode sinyal dan menghasilkan komponen audio + video yang siap diumpankan ke televisi. Saya menggunakan @Metabox I (http://www.metaware.co.kr/) karena kualitas yang baik serta firmwarenya bisa diupdate dengan mudah. Di pasaran, banyak sekali STB ditawarkan, mulai dari kelas Free-to-Air Digital STB (menangkap siaran gratis seperti siaran televisi swasta nasional) sampai yang sanggup membuka Pay Television (siaran teracak, harus berlangganan misalnya siaran seperti Astro Malaysia dan Dream Filipina − tidak disarankan karena hal ini adalah kegiatan ilegal!). Harga termurah Free-to-Air STB sekitar Rp. 400.000,- tetapi ingat, kualitas setara dengan harga!
5. Televisi yang memiliki RCA/AV Input (3 kabel: 1 video + 2 stereo audio). Bila Anda memiliki perangkat Home Theatre yang mendukung format suara Dolby Prologic II (Movie Mode), suara stereo yang diterima dapat dialihkan ke Home Theatre sehingga siaran yang dibuat dalam tata suara surround (biasanya film-film dengan label DTS, Dolby Surround atau THX) dapat disuarakan bak bioskop pribadi :).

Setelah semua disiapkan, Anda harus mencatat data berikut:

1. Satelit yang akan kita tala. Demi kemudahan, mari kita tala satelit AsiaSat 3S yang berlokasi di 0,0o S 105,5o E. Informasi posisi, transponder dan channel terkini ada di http://www.satcodx.com/bid/;
2. Posisi parabola kita (gunakan GPS untuk mengetahuinya). Dalam hal ini, QTH saya adalah di 6,12o S 106,5o E. Jika kita telaah, ternyata posisi saya hanya berbeda 6,12o S 1,0o E dengan satelit AsiaSat 3S sehingga nanti "pucuk" parabolanya kira-kira akan mendongak ke atas langit Jakarta.

Menyiapkan Parabola

1 Letakkan parabola di bidang (tempat terbuka) tidak ada halangan ke langit bebas serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, Anda bisa tuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.


Gambar 1: Menentukan datar tidaknya bidang peletakkan parabola

2 Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola (gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:


Gambar 2: Menggambar arah mata angin di piringan parabola

3 Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola (yaitu titik pertemuan garis vertikal horizontal tadi). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.


Gambar 3: Mengarahkan piringan ke arah mata angin. Sumbu S ­ N masih sedang diarahkan

4 Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, gunakan rumus berikut:

f = D2 / 16t
= 1152 / (16 x 18)
= 45,9 cm


Gambar 4: Menentukan posisi tinggi bracket dari dasar antena

5 Pada badan LNBF ada angka-angka 0,42 sampai 0,30. Angka itu disebut f/D, didapat dengan membagi 45,9 cm / 115 cm = 0,40. Pasanglah LNBF tepat di posisi f/D 0,40.


Gambar 5: Mengatur posisi f/D LNBF di 0,40

6 Pada kepala LNBF ada angka-angka -30o, 0o dan +30o. Angka itu mengatur arah polarisasi antena dalam LNBF. Aturlah garis 0o tepat ke arah W, yang berarti juga searah garis W pada piringan parabola. Tanpa mengubah posisi f/D, kencangkan mur pengunci pada posisi yang pas.


Gambar 6: Mengatur polarisasi antena dalam LNBF

Kiat Usaha Memasang Antena Parabola Portabel
7 Karena saya berada di 6,12o S, yaitu 6,12o di bawah garis katulistiwa maka saya harus mendongakkan piringan parabola sebanyak 6,12o di sumbu N agar posisi antena tepat mengarah ke atas katulistiwa. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 6,12o x 115 cm didapat 12 cm (ingatlah rumus trigonometri Sine, Cosine dan Tangent. Gunakan scientific calculator untuk memudahkan perhitungan). Yang kita lakukan ini disebut dengan mengatur "deklinasi".


Gambar 7: Mengatur deklinasi

8 Karena saya berada di 106,5o E sementara satelit berada di 105,5o E berarti saya harus menurunkan posisi piringan sebesar 1,0o di sumbu W. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 1,0o x 115 cm didapat 2 cm. Yang kita lakukan ini adalah mengarahkan piringan parabola tepat pada orbit satelitnya. Karena hanya coba-coba, saya berikan beban tertentu ke sumbu W, diganjal di bawah sedemikian rupa sehingga piringan parabola turun tepat sebanyak 2 cm di sumbu W.


Gambar 8: Menyesuaikan piringan ke arah ke orbit satelit AsiaSat 3S


Gambar 9: Hasil akhir pemasangan parabola

9 Selesailah kita mengatur antena parabola. Kita akan mengatur STB. Karena pengaturan tiap merk STB berbeda-beda, gambar yang ditampilkan hanyalah sekadar acuan belaka. Pertama, masukkan konfigurasi antena pada STB, dan akhiri dengan mencari transponder serta channel yang disediakan pada satelit tersebut (otomatis ada pada STB masing-masing):

1. Satellite: AsiaSat 3S;
2. LNB Type: Standard (Frequency 5,150 MHz);
3. 22 KHz: Off;
4. Polarity: Auto.


Gambar 10: Mengatur konfigurasi antena

10 Jika Anda tidak dapat menemukan transponder atau channel masukkan secara manual data salah satu TV, misalnya TRACE TV:

1. Frequency: 3.670 GHz;
2. Polarity: Vertical;
3. Symbol Rate: 13,333 symbols/second;
4. FEC: 3/4;
5. Name: TRACE TV;
6. Video PID: 2081;
7. Audio PID: 2082;
8. PCR PID: 2081.

Jika Anda menemukan beberapa channel TV secara otomatis melalui fasilitas Search di STB pilihlah satu channel misalnya TRACE TV.


Gambar 11: Kekuatan sinyal yang diterima

Kemudian, aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi kedudukan piringan parabola. Pada gambar di atas, kekuatan sinyal yang semula hanya 20% setelah dikoreksi menjadi 73%, kualitas tetap 85% tetapi warnanya sudah hijau artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB yang saya miliki, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 80% dan bar persentase menunjukkan warna hijau (bisa berbeda di tiap STB).

Setelah sepuluh langkah ini selesai dilalui, kita bisa mengulang pencarian transponder serta channel lain agar seluruh siaran bisa ditangkap. Ada 55 siaran TV gratis + 26 siaran radio gratis yang saya bisa nikmati (di luar siaran teracak yang jumlahnya mendekati 100). Setelah itu siaplah kita menikmati siaran dari luar negeri melalui satelit AsiaSat 3S dengan kualitas video tanpa cacat serta suara stereo yang membahana.




Gambar 12: Beberapa channel yang bisa ditangkap. Gambar di sini kurang cerah karena kamera digital memfoto langsung layar televisi

Sangat puas bisa menemukan posisi satelit secara mandiri, biar pun sinyal yang diterima pas-pasan tetapi karena mencari dengan usaha sendiri, ada ilmu berharga yang bisa kita serap. Tantangan ke depannya adalah bagaimana mencari satelit untuk TVRO lainnya seperti Palapa C2, Panamsat 7 + 10, ST 1, Thaicom23, Apstar 2R, AsiaSat 2 serta Telkom 1.

Mengganti C Band LNBF dengan antena receiver/transverter band amatir radio adalah hal yang mudah setelah Anda tahu posisi satelitnya berada di mana. Antena transmitter untuk komunikasi dua arah dengan satelit biasanya Yagi; tentunya mudah ditentukan arahnya dengan bantuan referensi posisi piringan parabola kita.

Catatan: pengaturan posisi piringan parabola ini hanya untuk menerima sinyal satelit Geostationer Earth Orbit (GEO) yang orbitnya di sekitar garis katulistiwa, bukan untuk satelit Low/Medium Earth Orbit (LEO/MEO) atau yang orbitnya tidak berada di garis katulistiwa.

Selamat mencoba, 73!

 

Comments
Add New Search RSS
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Manuaba   |125.162.132.xxx |2008-06-08 07:58:25
Dari sekian siaran yang tertangkap parabola, acara yang paling bagus apa mas ?
saya pakai parabola matrix, receiver telkomvision. penginnya yang gratis. mohon
infonya
Max Roberth Wosiri  - belajar pasang parabola     |61.94.78.xxx |2008-06-08 23:26:33
saya sangat senang dengan metode pemasangan parabola, saya orang papua umurku 24
tahun,saya sangat ingin belajar!!!!!!!!!!! , saya mempunyai laptop
dan receiver parabola bekas saya ingin bagaimana menmanfaatkan brg tersebut agar
dapat menonton siaran televisi lewat parabola, memakai laptop. di daerah kami
sinyal sangat kurang, jadi saya minta tolong untuk mengajarkanku.
E. Tan  - mr.   |125.208.132.xxx |2008-06-15 17:04:40
Dapatkah antenna parabola Indovision dipasang di Melbourne, Australia ?

Apa
perlu mengganti ukuran dish nya menjadi yang lebih besar semisal 1.8 meter yg
solid

Terima kasih


salam,

E. Tan
kienzy  - TEKNIK MENDAPATKAN SEMUA SIAREA TV   |125.162.117.xxx |2008-06-18 17:25:42
BAGAIMANA CARA PEMASANGAN LNB JIKA HANYA MENGGUNAKAN 2 LNB
Anonymous   |125.166.125.xxx |2008-11-04 15:02:14

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 26 May 2008 14:27 )