LUTVIN Antena Dealer Resmi TelkomVision, Indovision dan Astro Nusantara Telp 021-6811-2999 - 022-7000-0907 |
|
Berlangganan
Gratis Biaya Pasang
021-6811-2999 - 022-7000-0907
DIZIPIA DS-3300IR
Decoder Dizipia TELKOMVision + Paket Family Rp. 950.000,-
Belum termasuk Ongkos Kirim
DIZIPIA GI 770 HS
Decoder Dizipia TELKOMVision + Paket Family Rp. 1.300.000,-
Dizipia menggunakan software Golden Interstar GI S770 CRX HS
mempunyai kemampuan Home Sharing 4 Client
Belum termasuk Ongkos Kirim
Telkomvision Satu, Telkomvision Dua, Star World, Star Movies, National Geographic, ESPN, Star Sports, Discovery Channel, Animal Planet, Disc Travel & Living, Disc Turbo, CNN Intl, Cartoon Network, NHK, AXN, Animax, Disney, MTV Asia, Celestial Movies, Ten Sports, Asian Food Channel, Nickelodeon, BBC World, CNBC Asia, Fashion TV, E! entertainment, Hallmark, HBO, HBO Signature, Cinemax, RCTI, Trans 7, SCTV, Spacetoon, Metro TV, Indosiar, AN TV, TPI, Trans TV, TV One, Formosa TV, Australian Network, Hyundai Home Shopping Channel, SCTV Entertainment, SCTV Music
|
Latest News
- DM 600 PVR
- Dreambox DM 800 HD PVR
- Manhattan 8800 PVR
- Cinemax Asia Schedules - Week of 6 October 2008
- HBO Hits Schedules - Week of 6 October 2008
- HBO Asia Schedules - Week of 6 October 2008
- HBO Signature Schedules - Week of 6 October 2008
- HBO Makin Naksir Indonesia
- HBO Family Schedules - Week of 6 October 2008
- HBO Signature Schedules - Month of October 2008
Popular
- Menangkap Siaran TV dari Angkasa
- Kiat Usaha Memasang Antena Parabola Portabel
- TOP TV, Televisi Berlangganan Hemat
- Paket TelkomVision
- TELKOMVision menggunakan parabola INDOVISION
- Berlangganan Indovision
- Jadwal Siaran Langsung Euro 2008
- DIZIPIA DS 3300IR
- Riuhnya Persaingan Televisi Berbayar
- Indovision
| Kiat Usaha Memasang Antena Parabola Portabel |
| Written by Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Thursday, 07 February 2008 14:07 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Arman Yusuf, YBØKLI Daripada kita belajar semua menjadi satu, marilah kita coba belajar teknik pengarahan antena parabola untuk menerima siaran televisi digital dari satelit. Setelah Anda menguasainya, komunikasi dua arah dengan bantuan satelit sangat mudah Anda kuasai. Budi Rianto Halim, YBØHD menawarkan saya piringan antena parabola portabel miliknya yang tidak terpakai. Terpikir bisa dimanfaatkan untuk bekerja dengan satelit Low Earth Orbit (LEO) AO-40 tetapi karena saya tidak memiliki transceiver yang bisa bekerja dengan satelit serta perangkat tambahan lainnya, saya terpikir untuk memanfaatkannya sebagai stasiun TVRO (Television Receive Only) terlebih dahulu. Untuk menambah wacana, saya ngobrol-ngobrol ringan dengan Andreas Lukito, YBØIF. Kiat Usaha Memasang Antena Parabola Portabel Gambar 7: Mengatur deklinasi 8 Karena saya berada di 106,5o E sementara satelit berada di 105,5o E berarti saya harus menurunkan posisi piringan sebesar 1,0o di sumbu W. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 1,0o x 115 cm didapat 2 cm. Yang kita lakukan ini adalah mengarahkan piringan parabola tepat pada orbit satelitnya. Karena hanya coba-coba, saya berikan beban tertentu ke sumbu W, diganjal di bawah sedemikian rupa sehingga piringan parabola turun tepat sebanyak 2 cm di sumbu W. ![]() Gambar 8: Menyesuaikan piringan ke arah ke orbit satelit AsiaSat 3S ![]() Gambar 9: Hasil akhir pemasangan parabola 9 Selesailah kita mengatur antena parabola. Kita akan mengatur STB. Karena pengaturan tiap merk STB berbeda-beda, gambar yang ditampilkan hanyalah sekadar acuan belaka. Pertama, masukkan konfigurasi antena pada STB, dan akhiri dengan mencari transponder serta channel yang disediakan pada satelit tersebut (otomatis ada pada STB masing-masing): 1. Satellite: AsiaSat 3S; 2. LNB Type: Standard (Frequency 5,150 MHz); 3. 22 KHz: Off; 4. Polarity: Auto. ![]() Gambar 10: Mengatur konfigurasi antena 10 Jika Anda tidak dapat menemukan transponder atau channel masukkan secara manual data salah satu TV, misalnya TRACE TV: 1. Frequency: 3.670 GHz; 2. Polarity: Vertical; 3. Symbol Rate: 13,333 symbols/second; 4. FEC: 3/4; 5. Name: TRACE TV; 6. Video PID: 2081; 7. Audio PID: 2082; 8. PCR PID: 2081. Jika Anda menemukan beberapa channel TV secara otomatis melalui fasilitas Search di STB pilihlah satu channel misalnya TRACE TV. ![]() ![]() Gambar 11: Kekuatan sinyal yang diterima Kemudian, aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi kedudukan piringan parabola. Pada gambar di atas, kekuatan sinyal yang semula hanya 20% setelah dikoreksi menjadi 73%, kualitas tetap 85% tetapi warnanya sudah hijau artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB yang saya miliki, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 80% dan bar persentase menunjukkan warna hijau (bisa berbeda di tiap STB). Setelah sepuluh langkah ini selesai dilalui, kita bisa mengulang pencarian transponder serta channel lain agar seluruh siaran bisa ditangkap. Ada 55 siaran TV gratis + 26 siaran radio gratis yang saya bisa nikmati (di luar siaran teracak yang jumlahnya mendekati 100). Setelah itu siaplah kita menikmati siaran dari luar negeri melalui satelit AsiaSat 3S dengan kualitas video tanpa cacat serta suara stereo yang membahana. ![]() ![]() Gambar 12: Beberapa channel yang bisa ditangkap. Gambar di sini kurang cerah karena kamera digital memfoto langsung layar televisi Sangat puas bisa menemukan posisi satelit secara mandiri, biar pun sinyal yang diterima pas-pasan tetapi karena mencari dengan usaha sendiri, ada ilmu berharga yang bisa kita serap. Tantangan ke depannya adalah bagaimana mencari satelit untuk TVRO lainnya seperti Palapa C2, Panamsat 7 + 10, ST 1, Thaicom23, Apstar 2R, AsiaSat 2 serta Telkom 1. Mengganti C Band LNBF dengan antena receiver/transverter band amatir radio adalah hal yang mudah setelah Anda tahu posisi satelitnya berada di mana. Antena transmitter untuk komunikasi dua arah dengan satelit biasanya Yagi; tentunya mudah ditentukan arahnya dengan bantuan referensi posisi piringan parabola kita. Catatan: pengaturan posisi piringan parabola ini hanya untuk menerima sinyal satelit Geostationer Earth Orbit (GEO) yang orbitnya di sekitar garis katulistiwa, bukan untuk satelit Low/Medium Earth Orbit (LEO/MEO) atau yang orbitnya tidak berada di garis katulistiwa. Selamat mencoba, 73!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Monday, 26 May 2008 14:27 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Who's Online
We have 14 guests onlineVisitors Statistics
| Visits | [+/-] | |
| Today: Yesterday: Day before yesterday: | 102 188 209 | -21 |
| This week: Last week: Week before last week: | 1004 1424 1240 | +184 |
| This month: Last month: Month before last month: | 1004 5451 6391 | -940 |
| This year: Last year: | 39357 0 | +39357 |
Avarage per day | ||
| This week: Last week: Week before last week: | 200.8 203.4 177.1 | -2.6 +26.3 |
| This month: Last month: Month before last month: | 200.8 181.7 213 | +19.1 -31.3 |
| This year: Last year: | 204.6 0 | +204.6 |
All visits | ||
| Since module start | 39 357 | |
| Since April 2008 | 39 357 | |
| Since April 2008 | 39 357 | |
Visitor Data
38.103.63.55
Browser
Operating System

















